The Da Vinci Code


monalisa

Itulah judul novel pertama kali yang aku jadikan bahan skripsi pertama kali, namun dalam perjalanan waktu, harus kuganti dengan novel lain. Pembimbing skripsi yang baru menolaknya karena sudah dijadikan dengan judul dan tema yang sama oleh mahasiswa S2.

Ok, di sini saya gak membahasas masalah skripsi, namun isi novelnya mungkin secara ringkas saja. Novel ini ditulis oleh penulis brilian, Dan Brown. Genrenya apa ya? Kalo boleh bikin genre sendiri kayaknya, drama thriller fiksi ilmiah, ha ha ha ha.

Novel ini adalah bentuk perjalanan yang dialami seorang ahli simbologi agama, yakni Robert Landon. Dia adalah seorang dosen dari Harvard yang tengah mengadakan seminar di Paris dan mendapatkan pesan misterius dari kurator museum kenaman Prancis, Lauvre, namanya Jacques Sauniere, yang kemudian mati terbunuh.

Singkat cerita, polisi menuduh Landon dibalik kematian sang kurator. Namun, Langdon melarikan diri bersama cucu Sauniere yakni Sophie Neveu, seorang kriptologis. Mereka dalam pelariannya ingin membuka misteri dibalik kematian Sauniere. Sauniere sendiri telah meninggalkan sejumlah pesan misterius kepada Langdon.

Kematian Sauniere sendiri dikarenakan pembunuhan yang dilakukan oleh Silas. Seorang didikan pendeta katolik, yakni uskup Arinngarosa. Dalam novel ini, uskup tersebut menjalankan lembaga Opus Dei, sebuah lembaga otonom di bawah kepausan. Lembaga ini sendiri bertugas melenyapkan sebuah anggota kelompok rahasia.

Kelompok rahasianya bernama Biarawan Sion. Beranggotakan tokoh2 terkenal dunia, Isac Newton, Victor Hugo dan Da Vinci yang menjadi judul novel ini. Ternyata dalam novel ini dinyatakan mereka adalah keturunan dari Jesus Kristus dari istrinya Maria Magdalena. Wah kalo yang ini aku gak paham, karena menurut Islam, tidak dikisahkan mengenai pernikahan Jesus/Nabi Isa.

Inilah yang menjadi titik keunggulan novel ini. Merangkai cerita dengan penemuan sejarah keagamaan dari sebuah agama terkenal. Patut diacungi jempol kepada Dan Brown. Bahkan versi filmnya pernah dilarang di Italia, tempat Vatikan bernaung. Padalah, pornografi begitu bebas di Italia.

Bagaimana kisah selanjutnya, baca sendiri, bagi yang suka baca, dijamin suka. Ha ha ha. Selamat membaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s