Ber-facebook and ber-twitter ria


Facebook dan twitter yang mulai booming seingat saya sekitar tahun 2009 (paling tidak di Indonesia), telah menawarkan cara baru berkomunikasi melalui media social. Para pengguna yang mendaftar kemudian mulai mencari teman/friends ataupun followers/pengikut dari orang2 dekat di sekitarnya. Mungkin saudara, tetangga, teman sekolah, teman kuliah maupun teman kerja.

Tidak sekedar menginformasikan kabar yang biasa dilakukan lewat chatting ataupun teknologi sms, para pengguna biasanya juga memberikan informasi berbagai kegiatan yang sedang dilakukannya.

‘eh lagi di airport, nungguin pesawat’

‘jalan-jalan di mall’

Itu hanya sekian informasi yang sering kita jumpai di facebook maupun twitter yang sering kita sebut dengan ‘status’. Dengan adanya cara baru berbagai info ini, seringkali para pengguna menjadi ‘lebay’ atau berlebihan dalam berbagi status. Mereka hanya ingin menarik komen atau tweet balik dari friends maupun followernya. Kadang-kadang pula, para pengguna yang dalam dunia nyata adalah orang yang kalem, pendiam, tidak banyak ngomong, namun saat menulis status di facebook maupun twitter menjadi sangat berbeda. Terlihat lebay, bahkan norak.

Dalam media ini pula kita bisa melihat bagaimana kelakuana ataupun watak bahakan ideologis seseorang. Kita jugga bisa melihat perubahan sikap seseorang. Misalnya, dulu alim, sekarang bagajulan. Dulu begajulan sekarang alim dan lain sebagainya.

So, yang penting adalah kita harus tetap bijaksana dalam ber-facebook maupun bertwitter ria.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s