Mak Seng, Bau Badan Jadi Problema


bau badan

bau badan

Mak seng, itulah ungkapan orang jawa bila mencium bau yang tidak sedap. Kalo ‘mak nyuss’ itu ungkapan bila makan makanan yang enak. Tapi kali ini aku gak mau bahas masalah makanan. Tapi masalah bau badan.

Ya itulah masalah yang seringkali dihadapi orang. Terlebih bagi mereka yang bekerja mengandalkan tenaga alias kerja keras memeras keringat, berpeluh keringat, mandi keringat atau apapun semisalnya. Tapi, nanti dulu tidak semua pekerja yang mengandalkan tenaga memiliki masalah bau badan. Saya kenal seorang cleaning service di tempat saya kerja tapi cukup wangi bila pagi alias gak masalah dengan BB alias bau badan. Kalo siangan wanginya hilang tapi tetep gak ada masalah dengan BB.

Ssst, tapi dulu waktu ngajar, saya juga pernah kenal guru yang punya masalah BB. Kebanyakan mereka  ini gak sadar punya masalah BB. Banyak orang mengira orang yang punya bau badan ini biasanya laki-laki karena mereka kerja ngeluarin keringat banyat. Eiut  … jangan salah guru yang punya masalah BB semuanya guru wanita. Satunya udah ibu2 satunya lagi masih muda, umurnya baru 20th. (kok tahu, gue gitu loh). Trus waktu di tempat kerja yang sekarang juga sama, ketemu temen yang juga punya masalah BB. Kali ini lebih variatif, ada laki-laki dan wanita.

Yang mungkin membuat saya heran, mereka ini kerja kantoran. Gak ngeluarin uang yang banyak, eehh gak ngeluarin tenaga banyak. Kepikir uang terus nih, alias mata duitan ternyata aku. Balik ke laptop, eh topik. Aneh ya, biasanya orang kantoran kan punya image bersih, rapi, klimis, wangi. Tapi kali ini begitu.

Pertanyaan saya, apa pasangan mereka gak merasa risih ya?? Ada sih yang sudah nikah, ada pula yang belum. Sorry-sorry to say ni ya, suatu ketika bau badan mereka bisa ngalahin kuli lohh. Ampun dehhh.

Balik-balik lagi seperti yang saya katakan tadi. Kebanyakan mereka yang punya masalah BB ini gak nyadar kalo BB mereka bermasalah. Dan mungkin orang-orang disekitarnya merasa gak enak kalo menyatakan secara langsung.

Trus, kalo dalam pandangan agama, laki-laki khususnya sangat dianjurkan untuk wangi, berpenampilan menarik waktu sholat, terutama sholat di masjid. Sebelum saya nulis ini, tadi saya juga sempet ketemu temen pas sholat juga punya masalah BB. Aduhh …

Memang sih kalo wanita itu gak boleh pake minyak wangi kalo keluar rumah, namun saya kira masih bisa diatasi dengan memakai deodoran, bedak BB atau apapun yang punya fungsi meredakan bau badan, asal bukan minyak wangi.

Rasulullah SAW sendiri secara pribadi memang menyukai parfum, sebab beliau menyukai wewangian secara fitrah. silahkan cari2 sendiri di google atau di buku ya!!!!!

Oke sudah ya nulisnya, bagi yang merasa tersinggung, mohon maaf ya! moga2 sekarang masalah BBnya bisa diatasi.

Oiya, kalo saya punya masalah BB, tolong diingetin ya !!??///))))

dalilnya:

“Wahai anak cucu Adam, pakailah perhiasanmu (pakaianmu) yang bagus pada setiap (memasuki) masjid.” (Al-A’raf [7]: 31).

”Tidaklah diterima shalat seorang perempuan yang berangkat ke masjid sedang ia memakai parfum. Kecuali ia mandi sebagaimana mandi janabat.” (Riwayat Abu Daud).

”Janganlah kalian melarang hamba-hamba Allah (perempuan) untuk mendatangi masjid. Tapi hendaklah mereka keluar tanpa memakai wewangian.” (Riwayat Abu Daud).

Larangan itu juga berlaku untuk keluar rumah. Sabda Nabi SAW, ”Wanita mana saja yang memakai wewangian, lalu ia keluar rumah dan melewati suatu kaum (orang banyak) agar mereka mencium wanginya, maka dia adalah pezina.” (Riwayat Ahmad dan al-Hakim. Disepakati oleh Imam adz-Dzahabi).

Kenapa dilarang? Tak lain karena wangi perempuan dapat menimbulkan syahwat laki-laki dan menarik perhatian mereka. Alhasil, terjadilah zina mata yang bisa berujung kepada dosa yang lebih besar lainnya.

Hanya untuk Suami atau di Dalam Rumah
Islam mengajarkan wanita agar mengkhususkan wewangian buat sang suami saja atau ketika berada di dalam rumah. Sebagaimana pesan Nabi SAW kepada para wanita, ”Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya, dan hartamu disaat engkau pergi.” (Riwayat  at-Thabrani).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s